• Jelajahi

    Copyright © Buserpolri.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Pemerintahan Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang Mengucapkan : "Selamat Tahun Baru 2026. S

    Tersangka Priyo Hantam Euis dengan Palu Hingga Tewas Sesak Napas

    BUSER POLRI
    Mei 15, 2026, 5/15/2026 WIB Last Updated 2026-05-15T14:22:59Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Tersangka Priyo Hantam Euis dengan Palu Hingga Tewas Sesak Napas


    Buserpolri.com-Tabir kekejaman dalam kasus pembunuhan berencana satu keluarga di Indramayu terus dikuliti oleh penyidik kepolisian. Selain peran Ririn sebagai otak pelaku, peran tersangka Priyo Bagus Setiawan dalam menghabisi anggota keluarga lainnya, termasuk Euis Juwita Sari, terungkap sangat brutal dan eksplisit.


    Dalam gelar perkara, Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H  menjelaskan bahwa Euis Juwita Sari menjadi target setelah kedua pelaku menghabisi suami dan ayah mertuanya. Priyo bertugas memastikan tidak ada saksi yang tersisa di dalam rumah tersebut.


    "Tersangka Priyo mendatangi korban Euis yang saat itu berada dalam kondisi sangat ketakutan. Tanpa ragu, Priyo mengayunkan palu besi ke bagian wajah dan kepala korban," tutur Kombes Hendra, Jum'at (15/5/2026)


    Hantaman keras tersebut mengenai bagian dahi dan dagu korban dengan sangat telak. Akibat serangan brutal itu, korban mengalami luka terbuka yang sangat lebar di bagian wajah. Namun, kengerian tidak berhenti pada luka fisik luar saja. Pukulan tersebut menyebabkan kerusakan struktur pada bagian leher dan rahang korban.


    "Akibat hantaman bertubi-tubi di area kepala dan wajah, korban mengalami kondisi sesak napas yang hebat. Trauma tumpul pada bagian kepala belakang juga menyebabkan patah tulang tengkorak yang mengakibatkan pendarahan hebat di selaput otak," jelas Hendra secara detil.


    Euis ditemukan tewas dalam kondisi yang mengenaskan setelah sempat berjuang menghirup oksigen di tengah luka-lukanya yang mematikan. Polisi menyebutkan bahwa tindakan Priyo ini dilakukan dengan sangat dingin dan terencana.

    "Pukulan tersebut memang dirancang untuk mematikan secara cepat. Korban mengalami kegagalan pernapasan akibat trauma berat pada sistem saraf pusat dan kerusakan di area vital kepala," pungkasnya.

    Arip

    Komentar

    Tampilkan