Bandung-Buserpolri.com||Sejumlah mitra kontraktor mengaku merugi hingga ratusan juta rupiah terkait proyek Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang diduga melibatkan Direktur PT Bangun Sarana Enggal berinisial SW.
Salah satu mitra yang tak mau disebutkan namanya mengaku telah menyerahkan dana ratusan juta rupiah dengan harapan pekerjaan segera direalisasikan, namun hingga berbulan-bulan belum ada kepastian.
Janji Tak Kunjung Terwujud
Bagi kontraktor, kepastian pekerjaan dan transparansi dana menjadi hal mendasar. Ketika dana telah keluar namun pekerjaan tak berjalan, kerugian finansial tak terhindarkan.
Para mitra berharap pihak terkait menjelaskan secara terbuka status proyek, dasar penerimaan dana, dan langkah penyelesaian kewajiban.
Hingga berita disusun, belum ada keterangan terverifikasi soal alasan belum terealisasinya pekerjaan, status dana, maupun tanggapan resmi dari PT Bangun Sarana Enggal dan SW. Dugaan masih perlu diuji lewat perjanjian, bukti transfer, komunikasi, dan kondisi faktual di lapangan.
Pertimbangkan Lapor Polisi
Merasa tak ada kepastian, sejumlah kontraktor berencana membawa kasus ini ke ranah hukum agar duduk perkara jelas.
Jika laporan resmi diajukan, aparat diharapkan menelusuri kronologi, aliran dana, dan peran para pihak.
Redaksi menegaskan berita ini masih memerlukan verifikasi lanjutan dan belum dapat disimpulkan ada tindak pidana. Hak jawab dan klarifikasi bagi PT Bangun Sarana Enggal dan SW tetap terbuka.
Perkembangan tanggapan pihak terkait akan diberitakan secara berimbang. (*)
Hendri


