Semarang-Buserpolri.com||Korsabhara Baharkam Polri melalui Ditpamobvit resmi menutup _Bimbingan Teknis Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) Obvitnas_ di DCC dan Server Scada UP2D Jawa Tengah, Jumat 12/6/2026. Giat hari kelima digelar di Musi Room Hotel Aruss Kota Semarang sejak pukul 08.00 s.d. 18.00 WIB.
Tim Bintek dipimpin *Kombes Pol Ronald Ardiyanto Purba, S.I.K., http://M.Si.* selaku Ketua Tim, didampingi tim auditor Baharkam Polri dan Tim Pendamping Ditpamobvit Polda Jateng Kompol Umiyati, S.H. serta Ipda Yuni Nurul Fitriatiningsih, http://S.Psi., M.M.
*Kehadiran Internal Tim Bintek:*
1. Kombes Pol Ronald Ardiyanto Purba, S.I.K., http://M.Si. – Ketua Tim
2. AKP Juhari, S.H. – Sekretaris
3. *Drs. Sutrisni Dewo, M.M* – Auditor Tenaga Profesional Sistem Manajemen Pengamanan Obvitnas Baharkam Polri
4. *Widiyanto, S.E., M.H* – Auditor Tenaga Profesional Sistem Manajemen Pengamanan Obvitnas Baharkam Polri
5. *Restu F. Arief, http://S.Pd., M.P.A* – Auditor Tenaga Profesional Sistem Manajemen Pengamanan Obvitnas Baharkam Polri
Hadir dari PLN, General Manager UP2D Jateng *Bpk. Moh Khozain*, Manager K3LK UID Jateng *Bpk. Yudi Dharyadi*, Team Leader K3LK UP2D Jateng *Bpk. Rizal Suwandito*, Asistan Manager K3 Kam UID Jateng *Bpk. Moch. Arif H.*, serta Tim SMP dan Auditor Internal UP2D Jateng.
Rangkaian hari terakhir mencakup _review_ Elemen I s.d. V, wawancara & pemeriksaan dokumen Elemen IV _Standar Kemampuan Pelaksana Pengamanan_ dan Elemen V _Monitoring & Evaluasi_, hingga _Closing Meeting_. Hasil akhir: *skor 70,46% kategori Perunggu dengan 73 rekomendasi* yang wajib ditindaklanjuti Tim SMP UP2D Jateng.
*Dirpamobvit Korsabhara Baharkam Polri* menegaskan, skor Perunggu adalah _early warning_. “DCC dan Server Scada itu _otak kelistrikan_ Jateng-DIY. Kalau diserang _cyber_, disabotase, atau lumpuh 10 menit, dampaknya pemadaman massal. Skor 70,46% artinya masih banyak celah. 73 rekomendasi ini wajib dikejar. SMP bukan pilihan, tapi kewajiban mutlak sesuai Perpol No. 7 Tahun 2019,” tegasnya.
*Edukasi: Kenapa Pengelola Obvitnas Wajib Terapkan SMP?*
1. *Obvitnas = Target Nyata*: DCC & Server Scada adalah _critical infrastructure_. Ancaman hari ini bukan cuma maling, tapi _drone_, _ransomware_, sabotase, dan teror. SMP memaksa manajemen petakan itu semua.
2. *Mandat Hukum, Bukan Himbauan*: Perpol No. 7/2019 jo. SNI 7751:2019 mewajibkan Obvitnas terapkan SMP. Tidak _comply_ = melanggar hukum. Saat insiden terjadi, direksi bisa dimintai pertanggungjawaban pidana.
3. *Dari Reaktif ke Prediktif*: Tanpa SMP, pengamanan cuma jaga portal. Dengan SMP, pengamanan berbasis risiko: _audit, latihan, monitoring 24/7, dan business continuity plan_.
4. *Lisensi Operasi*: Sertifikat SMP adalah bukti ke regulator, investor, dan publik bahwa listrik Jateng aman. Tanpa itu, kredibilitas UP2D dipertanyakan.
5. *Lebih Murah dari Bencana*: Biaya tutup 73 rekomendasi tidak ada apa-apanya dibanding kerugian _blackout_ se-Jateng 1 jam. SMP itu investasi, bukan beban.
Kakorsabhara Baharkam Polri *Irjen Pol M. H. Ritonga* mengapresiasi keterbukaan UP2D Jateng. “Skor 70,46% bukan aib. Justru bagus karena jujur dan mau dibina. Tapi ingat, Perunggu artinya belum aman. Saya beri waktu 3 bulan tindak lanjuti 73 rekomendasi. Target berikutnya minimal Perak, syukur-syukur Emas. Polri akan kawal sampai tuntas,” ujarnya.
Ketua Tim Bintek *Kombes Pol Ronald Ardiyanto Purba, S.I.K., http://M.Si.* saat _Closing Meeting_ memaparkan, mayoritas temuan ada di Elemen IV dan V. “SDM pengamanan belum semua sertifikasi Gada Pratama-Utama, latihan _contingency plan_ belum rutin, dan _monitoring_ evaluasi belum pakai _dashboard_ real time. Ini harus dibenahi segera,” jelasnya.
General Manager UP2D Jateng *Bpk. Moh Khozain* berkomitmen penuh. “Terima kasih Baharkam Polri. Skor 70,46% jadi cambuk. DCC & Scada ini jantung PLN Jateng. Kami komit 73 rekomendasi tuntas 90 hari. Mohon bimbingan terus dari Polri,” ucapnya.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan & penyerahan Berita Acara serta _Scoring_ Hasil Bintek, doa, dan foto bersama.edy***
Hasan


